Sabtu, 19 September 2020

World clean Up Day 2020 Desa Sugian

World Clean Up Day Sugian Beach

 Sugian. World clean up day (WCD) 2020 yang dilakukan dengan serentak di 187 negara, 34 provinsi indonesia 514 kabupaten dan kota. Salah satu titik lokasi di kabupaten Lombok Timur di pantai Desa Sugian Kecamatan Sambelia, 19/09/2020.

Kegiatan ini dilakukan satu kali setahun di Indonesia. Desa Sugian dalam dikegiatan ini ikut terlibat mengambil bagian dalam mendukung World Clean Up Day (WCD) tahun 2020.

Kegiatan cleanup ini diawali dengan berzumba bersama seluruh relawan untuk membakar semangat dan dilanjutkan dengan turun ke pantai. Barbagai relawan Clean up day ikut menyukseskan acara ini.

Yang terlibat dikegitan ini salah satu Pemerintah Desa sugian Kepala Desa "Lalu Mustiadi" dan beberapa staf desa dan PKK Desa Sugian bersama anggotnya.
Relawan dari luar Desa Sugian ikut juga, dan tidak ketinggalan dalam mendukung aksi bersih-bersih World Clean Day 2020.

Kepala Desa Sugian Memberikan Sambutanya terhadap relawan clean up day tentang kegiatan di Desa Sugian dan memberikan apresiasi terhadap Pokdarwis yang Mengkoordinir acara ini. Mengucapakan banyak terimaksih kepada relawan atas partisifasinya dalam mendukung kegiatan bersih-bersih di Desa Sugian.

Menurut Ketua Pokdarwis Gili Sulang Desa Sugian "Aliman", selaku Koordinator Clean Up day di Desa Sugian dan selaku Koordinator  di Kabupaten Lombok Timur memberikan tanggapan tentang relawan yang terlibat dan ikut aksi bersih-bersih di Desa Sugian.

Jumlah relawan yang teregistrasi di acara world clean up day desa sugian sekitar 60 org yang terdaftar, dan di perkirakan masih banyak yang tidak meregistrasikan diri sebagai relawan dan ikut terlibat.

Kegiatan bersih-bersih berlangsung lancar dan aman dan happy sekali para relawan yang ikut terlibat di acara World Clean Up Day 2020.

Koordinator clean up day Desa Sugian Menentukan empat titik lokasi pengambilan clean up sampah. Salah Satu dermaga penyebrangan gili sulat gili lawang dusun pekapuran desa sugian. Sebagai titik pertama kumpul dan melanjutkan ke titik lokasi kedua, Perbatasan Desa Sugian Dangan Desa Bagek Manis. Ada dua lokasi tidak sempat terkaper dikarekan sudah kesiangan yaitu, dusun tekalok dan dusun pantai kokok pedek salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Desa Sugian.

Setelah pengambilan sampah oleh relawan team koordinator clean up day desa sugian bergerak untuk mengrahkan para relawan, untuk memungut sampah dan memilah sampah organik dan non organik. Kemudian team koodimator clean up day  menyuruh mengmpulkan hasil pungutan sampah dan menimbang hasil pumgutanya.

Diperkirakan data sampah yang terpungut dan terdata, Sampah Organik 100 Kg, Non Oragnik 50 Kg dan  Residu diperkirakan 200 Kg. Sampah yang terkumpul terdiri dari dedaunan, tali, plastik kresek, palstik botol, pempes bayi.

Kegiatan World Clean Up Day 2020 ini agar di ketahui seberapa banyak sampah indonesia, dari tahun lalu dan tahun sekarang, dan desa sugian memulai mencoba melakukan clean up day dan  mendata sampahnya. explore









Kamis, 10 September 2020

Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Di Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang



 

Sugian, Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Di Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang.

10/09/2020, Pantai Kokok Pedek Desa Sugian.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, yang diwakili oleh Kepala Bidang selaku yang mempunyai acara. Dalam kesempatannya Kabid KKP Provinsi Ntb meberikan sosialisasi tentang Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang.

Kawasan Perairan Gili Sulat Gili Lawang sudah ditetapkan sebagai kawasan Konservasi melaui Surat Keputusan Mentri dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 92/KEPMEN-KP/2018 Tentang Penetapan Kawasan konservasi Perairan Gili Sulat Gili Lawang dan perairan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

selanjutanya pendamping Desa Sugian, Wildlife Conservation Society ( WCS ) Nusa Tenggara Barat selaku mitra Dinas Kelautan Dan Perikanan Ntb. Memberikan konsep tentang pengembawan Ekowisata di kawasan konservasi. Ekowisa atau ekoturism merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemerdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Desa Sugian lengkap sekali potensi yang di miliki, mulai dari daratan hingga laut. Perairan Gili Sulat Sendri memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim Dr. Mugni memeberikan Konsep Pariwisata Lotim, alam lestari budaya agama kokoh.Kadis Pariwisata Lombok Timur mengkaui semenjak adanya Covid19 semua pelaku pariwsata merasakan dampak sangat luar biasa dan di Dinas Pariwisata Sendiri tidak bisa berbuat banyak. Dalam memajukan pariswisata kita bisa saling menggandeng tanagan dan kerja bersama, namun Pariwisata tidak boleh menyerah untuk melakukan kegiatan ataupun atau berinovasi di bidang pariwisata.

Adanya Covid 19 membuat kesempatan para semua pelaku wisata untuk berinovasi. Pariwisata sangat terbuka dan Menduung para Pelaku UKM, salah satu saya bawa prodaknya desa lunyuk Tas Gegandek, dan ini menjadikan Kas Prodak Kas Lombok.

Setelah semua narasumber meberikan materi, moderator dari Di Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mberikan kesempatan bagi tiga penyak. Kali ini diwakilin oleh Kepala Desa Sugian. Lalu Mustiadi, Pokmaswas Pade Angen Bapak Eva dan Terkhir Pokdarwis Gili Sulang Desa Sugian Aliman.

Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi meberikan gambaran tentang Desa Sugian Semenjak di lantik menjadi Kepala Desa Sugian pada tahun 2018. Dan menceritkan keinginannya Desa sugian menjadi tujuan wisata, dan Desa Sugian sudah di tetapkan menjadi  Desa Wisata. Desa sugian pada perjalanan terus berbenah untuk mendukung Desa Wisata.

Pokmaswas pade angen, Bapak Eva memberikan suara tentang perjlanan pokswas pade angen Desa Sugian. Sejauh ini Aktivtas Pengebomon ikan sedikt berkurang bandingan 7 tahun lalu. Dan masih menjadi catatan pokmaswas sendri tentang masih adanya nelayan yang menggunakan kompresor mamupun pemasangan rumpon di tengah yang belum teratur.

Pokdarwis Gili Sulang Desa sendri, memberikan informasi tentang kunjungan wisata yang berkunjung ke desa sugian dan melakukan aktivitas wisata di perairan gili sulat gili lawang.

Berapa kegiatan wisata yang dilakukan seperti, snorkling, camping maulun kegiatan wisata edukasi seprti penanaman mangrove.

Masih kurangannya penujang sapras pariwisata dalam mendukung kegiatan pariwisata sangat dirasakan oleh pokdarwis dimna ketika membuat paket kegiatan camping ground sangat terbatas adanya fasilitas seprti tenda.

Harapanya kedapan kita semua saling mendukung untuk memajukan pariwisata lombok timur maupun yang ada di Desa. exploresugian



Jumat, 18 Oktober 2019

Sosialisasi Program KBBM. Palang Merah Indonesia (PMI)



Sugian. Rekrutmen anggota tim siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT)  program KBM Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Timur.
Acara dimulai pada pukul 10:00 wita yang langsung dibuka oleh Sekretaris Desa Sugian Bagus Hady Kusuma,  Dan Dilanjutkan Wakil Ketua BPD Desa Sugian Bapak Saebah 19/10/2019.

BPD Desa Sugian Menyampaikan terkait bencana dan mengingatkan kembali, pernah terjadi becana besar seperti Banjir Bandang di Deesa Sugian  Pada Tahun 2005-2006
Dan Tahun 2017 untuk Se Kecamatan Sambelia,  Terakhir Bencana Gempa Bumi Lombok tahun 2018' imbuhnya.

" Rekrutmen anggota sibat ini sangat penting dalam hal mendukung untuk menagulangi tanggap bencana khususnya tikat desa" Saebah.

Berapa Hal disampaikan Oleh Wakil Ketua  Palang Merah Indonesia (PMI)  Kabupaten Lombok Timur " Haji Abdul Hafis"
Terkait program yang dibawa dalam sosialisasi dilakukan di Desa Sugian.
Menjadi anggota Sibat dibutuhkan rasa kepedulian dan tingkat sosial dalam mengagulangi tanggap bencana!

Penyampaian materi dilangsungkan oleh tim PMI dengan langsung pemutarkan vidio pendek dengan capaian yang pernah dilakukan pendampingan didua Desa, (Dara kunci dan Desa Belanting). TJ




Senin, 05 Agustus 2019

Refleksi 1 Tahun Gempa Lombok Genpi LS

peserta mini workhsop

Mataram- Genpi LS. Tepat setahun yang lalu Gempa 7.0 SR menguncang pulau Lombok. Setahun berlalu, apakah kita siap dengan berbagai hal terkait mitigasi bencana ? 

Hal ini penting karena kita saat ini harus dapat hidup berdampingan di ring of fire, lokasi rawan bencana. Tentu tidak ada yang berharap akan datangnya bencana namun sebagai manusia yang berusaha berdamai dengan alam kita wajib waspada dan siap

Pulau lombok termasyur sebagai pulau seribu masjid dengan berbagai keindahan alamnya. Tahun 2018 lalu porak poranda karena gempa yang harus diakui bahwa kejadian ini berimbas baik secara sosial maupun ekonomi. Termasuk pariwisata yang telah ditetapkan sebagai leading sektor di Lombok

Menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya diskusi kedua dari GenpiLS Miniworkshop kali ini mengjadirkan Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Kaprodi Ilkom Unram Agus Purbathin, Kepala KPID Yusron Saudi, Ketua IAGI NTB Kusnadi dan Muhammad Alfian dari ACT

Diskusi yang dihadiri 127 peserta dari berbagai latar belakang ini dilaksanakan pada Senin 5 Agustus 2019 di Delima Cafe Jl Bung Karno Mataram NTB. Hadir perwakilan dari berbagai komunitas, media, akademisi, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Mahasiswa serta pemerhati pariwisata di NTB

Partisipasi publik dalam mitigasi bencana khususnya di daerah pariwisata sangat penting. Pemerintah dan Lembaga yang menaungi memegang peran yang penting dalam berbagai hal termasuk sosialisasi dan memberikan edukasi tentang mitigasi bencana

Kelima narasumber sepakat bahwa bencana yang terjadi 1 tahun yang lalu adalah momentum bagi kita untuk berbenah sekaligus menyiapkan berbagai kemungkinan dan penanganan yang diperlukan saat terjadi bencana

Peran komunitas dalam hal ini Genpi Lombok Sumbawa sangat diapresiasi oleh narasumber dan peserta dimana membuka ruang diskusi sehingga dapat meningkatkan partisipasi publik dalam keikutsertaannya membangun daerah. Berbagai hal sudah seharusnya diperbincangkan di arena publik untuk dapat mendapatkan input dan membina komunikasi juga dialog antar lembaga

Genpi sebagai satu dari unsur pentahelix pariwisata harus mampu hadir dan memberikan kontribusinya secara nyata dan turut hadir dalam ruang publik. Komunitas memegang peran penting selain menyuarakan kepentingan publik, partisipasi komunitas bisa menjadi kekuatan dalam sinergitas tanpa batas demikian Fathul Rakhman Korbid Kelembagaan KPID NTB dan Siti chotijah yang juga Ketuhar Genpinas menutup acara diskusi sebagai moderator. Im

Rabu, 15 Mei 2019

Ragam Kuliner Lombok

*Ternyata Tak Semua Kuliner Lombok Itu Pedas*

Plecing Kangkung Lombok

Ramadan telah tiba, waktunya sedikit cooling down dan menikmati suasana. Bagi kamu yang ke Lombok saat ini ada even Pesona Khazanah Ramadan yang sedang berlangsung di Islamic Center Mataram

Jalan jalan ke Lombok tidak lengkap tanpa menikmati sajian kuliner yang tentu menggoyang lidah. Tidak hanya ayam taliwang dan pelecing kangkung loh gaes kuliner Lombok yang bisa kamu nikmati tuh beragam dan tidak semuanya pedas. Penasaran kan ? Yuk simak berbagai kuliner Lombok yang wajib kamu santap

1. Ayam Taliwang
Ayam taliwang sangat terkenal, bahkan pada 2016 ayam taliwang menyabet penghargaan sebagai hidangan nusantara terfavorit. Ayam bisa didapatkan di berbagai rumah makan dan sentranya ada di Karang Taliwang Mataram. Rasanya pedas, dan bumbunya sangat strong

2. Pelecing Kangkung
Kangkung Lombok terkenal berbeda dengan daerah lain. Kangkung Lombok terkenal lebih lembut dan manis. Plecing merupakan makanan khas yanh disajikan bersama sambal khas pelecing, kecambah serta kacang tanah goreng


3. Sate Bulayak
Sate bulayak terkenal karena rasanya yang istimewa. Bulayak sendiri merupakan nasi yang dibungkus dengan daun kelapa yanh dihidangkan bersamaan dengan sate ayam daging atau jerohan. Bisa dipilih sesuai dengan selera

4. Bebalung
Bebalung merupakan sup tulang khas Lombok. Rasanya nikmat dengan daging sapi yang empuk dipadu dengan kaldu yang gurih. Menggoda selera gaes dan pengen nambah rasanya kalo makan bebalung

Sate Rembiga

5. Sate Rembiga
Sate rembiga adalah sate sapi khas Lombok. Dipanggang dengan bumbu khusus sehingga menjadi legit. Rasanya manis namun tetap pedas. Nah bingung kan ? Mesti dicobain gaes


6. Beberok
Beberok adalah sambal khas Lombok. Terbuat dari terong, cabai, tomat, kacang panjang dan bawang merah. Cocok untuk kamu yang suka lalapan dan sayuran segar

7. Ayam Pelalah
Ayam pelalah adalah ayam kampung yang dimasak menggunakan santan. Hampir mirip kari namun bumbunya lebih strong. Daging ayam yang lembut begitu enak dan menggoda

8. Sate Ikan Tanjung
Sate Ikan Tanjung merupakan sate ikan barakida dan tengiri yang merupakan makanan khas dari Lombok Utara. Rasanya legit dan bumbu rempah yang khas menambah selera untuk mencoba

9. Ayam Rarang
Ayam rarang merupakan ayam bumbu cabe yang terkenal dengan pedasnya. Ayam rarang merupakan hidangan khas dari Lombok Timur dan dapat dijumpai di daerah rarang kecamatan terara

10. Sayur Lebui
Sayur ini khas ini khas dan sulit ditemui didaerah lain. Ada biji kacang lebui yang berwarna hitam seperti kedelai namun empuk dan sangat enak dinikmati bersama kuah nya yang gurih

Nah gaes, masih banyak lagi kuliner khas Lombok yang bisa kamu nikmati saat berkunjung. Apalagi kalo berkunjungnya pas ramadan gini sambil hadir dan turut meramaikan even Pesona Khazanah Ramadan di Lombok.

Berbagai sajian kuliner diatas ada juga loh di arena bazar Pesona Khazanah Ramadan yang buka setiap sore di Islamic Center Mataram. Gak perlu ribet masak kamu bisa pilih dan mencicipi berbagai hidangan khas cita rasa Lombok

Jumat, 01 Februari 2019

Island Camp Gili Lawang

island camp

Island camp Gili Lawang Lombok Timur adalah kegiatan wisata yang sedang ditawarkan di Lombok Timur tepatnya di desa sugian yang sedang di explore oleh Kelompok pemuda sadar wisata POKDARWIS  desa sugian tersebut.
Bersama Tim KKN UGM terdiri dari 14  tim sub unit yang berlokasi pondokan desa sugian menyusun program bersama Pokdarwis Desa Sugian  tentang pengembangan desa wisata yang bertujuan untuk mendorong desa yang mempunyai pontensi kaya akan sumber daya alam nya (SDA)



Island camp yang terlaksanakan oleh tim KKN UGM Januari 31/01/2019. sampe dengan tanggal 01/02/2019, berjalar Lancar tanpa terhambat maslah teknis sembari menikmati pemandangan yang disuguhkan memanjakan mata. Tak terlewatkan detik sedikipun yang dilakukan para tim ini untuk melakuan foto selfi bersama teman-temannya.
Kecerian yang terlihat jelas dirawut tim ini melakuan kegiatan island camp di gili lawang lombok timur, akhirnya tercapai dengan rencana setelah menyusun programnya bersama kelompok pemuda pokdarwis desa sugian. Adapun kegiatan dilakukan island camp gili lawang ialah sesuai dengan program dari masing-masing ploker program, dan tim mulai menyiapkan perlatan yang sudah disiapkan dari sebelum keberangkatan menuju island camp gili lawang.
Pelangisasi 

"Salah satu tim KKN UGM yang bernama Ahmad Mubarok, dengan panggilan Somad selaku kormanit KKN Kecamatan Sambelia dengan Program pelangisasi dengan membuat  get gapura selamt datang yang terbuat dari bahan kayu
Dalam  tulisannya Welcom To Labuan Nyiur"
Begitu juga dengan tim ploker  yang lainya memberikan nama-nama pohon mangrove yang ada digili lawang sesuai dengan nama dan jenisnya, dengan dibantu oleh pemuda pokdarwis desa sugian.

Sunset Gili lawang

Sembari sambil menikmati pemandangan alam gili lawang yang kaya dengan potensi alamnya, sungguh indah dan terlihat jelas. Laut, gunung, sunset bisa dinikmati dipulau ini, tidak menutup pemandngan gunung renjani pun nampak terlihat jelas.
Keseruan selfi digili lawang

Ketika sore tiba pada jam 05:50 sampe menjelang petang 18: 30 kembali di perlihatkan pemandangan yang luar biasa dari pulau ini. Ketika sunset sedang indah dilihat tiba-tiba sepasang burung lewat bergerombongan lewat yang sedang menontonkan antraksi kala sore menyambut petang.
Serunya ketika malam tiba

Kelelawar penghuni gili lawang, itulah salah satu burung yang menetap digili lawang. Pada sore harinya keluar berterbangan untuk kluar mencari makan didarat, sungguh indah untuk diliat, suguh tidak indah jika tidak diabadikan. @iman

Kamis, 25 Oktober 2018

JAMBORE POKDARWIS NTB

Jambore Pokadarwis NTB yang dilaksakan di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tanggara Barat.

Kegiatan Selama Acara berlangsung pokdarwis melakukan diskusi penysunan program yang akan didorong ke tingkat Daerah.
Adapun hasil yang disepakti dari hasil diskusi, tertdapat 10 pokok proritas program yang akan didorong untuk dibawa ke Dewan Perwaklian Daerah (DPR) Kabupaten Lombok Timur.

Dari 10 pokok rencana program salah satunya adalah meningkatkan kapasitas pengelola Desa wisata dalam hal ini Pokdarwis sebagi salah satu tercapainya Sapta Pesona.

World clean Up Day 2020 Desa Sugian

World Clean Up Day Sugian Beach   Sugian . World clean up day (WCD) 2020 yang dilakukan dengan serentak di 187 negara, 34 provinsi indonesia...