Kamis, 10 September 2020

Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Di Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang



 

Sugian, Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Di Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang.

10/09/2020, Pantai Kokok Pedek Desa Sugian.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, yang diwakili oleh Kepala Bidang selaku yang mempunyai acara. Dalam kesempatannya Kabid KKP Provinsi Ntb meberikan sosialisasi tentang Kawasan Konservasi TWP Gili Sulat Gili Lawang.

Kawasan Perairan Gili Sulat Gili Lawang sudah ditetapkan sebagai kawasan Konservasi melaui Surat Keputusan Mentri dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 92/KEPMEN-KP/2018 Tentang Penetapan Kawasan konservasi Perairan Gili Sulat Gili Lawang dan perairan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

selanjutanya pendamping Desa Sugian, Wildlife Conservation Society ( WCS ) Nusa Tenggara Barat selaku mitra Dinas Kelautan Dan Perikanan Ntb. Memberikan konsep tentang pengembawan Ekowisata di kawasan konservasi. Ekowisa atau ekoturism merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemerdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Desa Sugian lengkap sekali potensi yang di miliki, mulai dari daratan hingga laut. Perairan Gili Sulat Sendri memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim Dr. Mugni memeberikan Konsep Pariwisata Lotim, alam lestari budaya agama kokoh.Kadis Pariwisata Lombok Timur mengkaui semenjak adanya Covid19 semua pelaku pariwsata merasakan dampak sangat luar biasa dan di Dinas Pariwisata Sendiri tidak bisa berbuat banyak. Dalam memajukan pariswisata kita bisa saling menggandeng tanagan dan kerja bersama, namun Pariwisata tidak boleh menyerah untuk melakukan kegiatan ataupun atau berinovasi di bidang pariwisata.

Adanya Covid 19 membuat kesempatan para semua pelaku wisata untuk berinovasi. Pariwisata sangat terbuka dan Menduung para Pelaku UKM, salah satu saya bawa prodaknya desa lunyuk Tas Gegandek, dan ini menjadikan Kas Prodak Kas Lombok.

Setelah semua narasumber meberikan materi, moderator dari Di Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mberikan kesempatan bagi tiga penyak. Kali ini diwakilin oleh Kepala Desa Sugian. Lalu Mustiadi, Pokmaswas Pade Angen Bapak Eva dan Terkhir Pokdarwis Gili Sulang Desa Sugian Aliman.

Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi meberikan gambaran tentang Desa Sugian Semenjak di lantik menjadi Kepala Desa Sugian pada tahun 2018. Dan menceritkan keinginannya Desa sugian menjadi tujuan wisata, dan Desa Sugian sudah di tetapkan menjadi  Desa Wisata. Desa sugian pada perjalanan terus berbenah untuk mendukung Desa Wisata.

Pokmaswas pade angen, Bapak Eva memberikan suara tentang perjlanan pokswas pade angen Desa Sugian. Sejauh ini Aktivtas Pengebomon ikan sedikt berkurang bandingan 7 tahun lalu. Dan masih menjadi catatan pokmaswas sendri tentang masih adanya nelayan yang menggunakan kompresor mamupun pemasangan rumpon di tengah yang belum teratur.

Pokdarwis Gili Sulang Desa sendri, memberikan informasi tentang kunjungan wisata yang berkunjung ke desa sugian dan melakukan aktivitas wisata di perairan gili sulat gili lawang.

Berapa kegiatan wisata yang dilakukan seperti, snorkling, camping maulun kegiatan wisata edukasi seprti penanaman mangrove.

Masih kurangannya penujang sapras pariwisata dalam mendukung kegiatan pariwisata sangat dirasakan oleh pokdarwis dimna ketika membuat paket kegiatan camping ground sangat terbatas adanya fasilitas seprti tenda.

Harapanya kedapan kita semua saling mendukung untuk memajukan pariwisata lombok timur maupun yang ada di Desa. exploresugian



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

World clean Up Day 2020 Desa Sugian

World Clean Up Day Sugian Beach   Sugian . World clean up day (WCD) 2020 yang dilakukan dengan serentak di 187 negara, 34 provinsi indonesia...